f

Minggu, 16 Januari 2011

Kepuasan belajar

Kepuasan Belajar


Kepuasan merupakan keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan yang ditampilkan dalam sikap positif terhadap berbagai kegiatan dan tanggapannya menghadapi lingkungan luar.
Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Sejalan dengan hal di atas, banyak para tokoh teori behavioristik yang mengatakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku.  Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika ia telah mampu menunjukan perubahan tingkah laku.  Pandangan behavioristik mengakui pentingnya masukan atau input yang berupa stimulus dan keluaran atau output berupa respons. Salah satu tokoh penganut teori ini adalah Skinner dengan teori pelaziman operan yang paling besar pengaruhnya terhadap perkembangan teori behavioristik.

Skinner yang dikutip oleh H. Moh. Surya (2004:28) dalam bukunya Psikologi pembelajaran dan pengajaran, berpendapat  bahwa terjadinya tindak balas (respons) individu tidak hanya terjadi karena adanya rangsangan dari lingkungan, akan tetapi dapat juga terjadi karena sesuatu di lingkungan yang tidak diketahui atau tidak disadari”.

Pembelajaran menurut teori ini adalah perubahan suatu tindak balas yang dikehendaki.  Proses pembelajaran akan menghasilkan tindak yang baru.  Yang lebih penting dalam perwujudan suatu perilaku ualah bukan rangsangannya, akan tetapi bagaimana individu memberikan tindak balas terhadap rangsangan itu.  Bila suatu tindak balas memberikan kepuasan, maka tindak balas itu akan mendapat penguatan (reinforcement) positif yang memungkinkan tindak balas itu makin kuat dan meningkat.  Sebaliknya, suatu tindak balas itu memberikan hasil tidak memuaskan, maka akan terjadi penguatan yang negatif, sehingga mengurangi atau menghilangkan tindak balas tadi.

Dalam pendidikan formal terutama dalam metode pengajaran, memilih rangsangan dan memberikan peneguhan merupakan unsur utama.  Dalam pengajaran di kelas siswa perlu mendapat perhatian, terutama dalam aspek perbedaan individual, dan kesiapan untuk pembelajaran.  Dalam proses pembelajaran perlu diperhatikan masalah pemindahan (transfer of learning), pembelajaran kecakapan, dan penyelesaian masalah.  Aspek lain yang perlu diperhatikan maslah lingkungan sosial yang dapat menguhkan perilaku pembelajaran misalnya aktivitas kelompok, teman sebaya, dan dukungan masyarakat.

Dengan demikian kepuasan belajar merupakan keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan yang ditampilkan dalam sikap positif terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai-nilai yang berlaku pada dirinya.  Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan pada masing-masing individu, semakin banyak aspek-aspek dalam proses belajar mengajar yang sesuai dengan keinginan dan menyenangkan individu tersebut, maka semakin tinggi tingkat kepuasan yang dirasakannya, dan sebaliknya.  Setiap orang selalu terdorong untuk melakukan tindakan yang mengarah kepada pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.  Bilamana tujuan itu dapat tercapai, maka kemungkinan akan memperoleh kepuasan.

H. Moh. Surya (2004:64) mengemukakan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepuasan siswa dalam belajar yaitu : (1) imbalan hasil belajar, (2) rasa aman dalam belajar, (3) kondisi belajar yang memadai, (4) kesempatan untuk memperluas diri, (5) hubungan pribadi.

Herzberg dalam teori dua faktor yang dikutip oleh Kenneth N. Wexley dan Gary A Yukl dalam bukunya “Organizational Behavior and Personnel Psycology yang diterjemahkan oleh Muh. Shobarudidin (1992:136) mengemukakan bahwa karakteristik kepuasan pekerjaan yang relevan dengan kebutuhan-kebutuhan urutan lebih tinggi seseorang serta perkembangan psikologisnya  mencakup pekerjaan itu sendiri menarik, penuh tantangan, adanya kesempatan untuk berkembang, penghargaan, dan tanggung jawab”.

Dari uraian di atas, jika dikaitkan dengan kegiatan pembelajaran, kepuasan belajar tersebut dapat terlihat dari karakteristik sebagai berikut : belajar itu sendiri,  pengakuan (penghargaan), kesempatan untuk berkembang, dan tanggung jawab.

2 komentar:

Rino W Triarso on 25 Februari 2016 17.09 mengatakan...

boleh minta referensi buku tentang "kepuasan belajar"?

mariah ulfah on 16 Mei 2016 22.20 mengatakan...

Buku reperensinya buku apa ya, tentang kepuasan belajar, mohon responnya terima kasih

Komentar anda sangat bermanfaat untuk perkembangan blog ini. Jangan lupa adab berkomentar, dan jangan buang waktu untuk spam. Terima Kasih!!!
 

KUMPULAN SKRIPSI Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template